Cerpen : Burung Kecil dan Pohon Besar
Sekawanan burung kecil yang punya nama Pekik, terperangkap dalam sarang perangkap buatan penjual burung kecil yang biasa mangkal di sekolah-sekolah SD. Biasanya burung-burung itu dijual perekor, dikurung dalam kadang yang terbuat dari kawat ram yang di bentuk bulat. Burung-burungnya kadang diwarnai merah hijau atau biru dan merah muda. Dan kadang dengan warna aslinya saja coklat muda bergaris coklat tua. Dengan paruh kecil berwarna hitam.
Kasihan sekali burung-burung itu terlebih yang sore ini terperangkap adalah sekeluarga yang sedang terbang jalan-jalan sore sambil mencari makanan untuk di bawa pulang, untuk anak bungsu Ibu burung itu yang sedang sakit, sedikit demam. Dan anak bungsu itu paling manja di banding saudara- saudarnya yang lain.
Hingga Magrib tiba Ibu dan Kakak-kakaknya yang ditunggu-tungu si Bungsu tak juga kunjung datang. Air mata burung kecil yang paling kecil ini, mulai berlinang-linang. Pohon Besar yang ditempatinya sejak dia lahir menatapnnya iba. Tapi si Pohon besar diam saja, dia paling tahu watak Burung bungsu ini. Kalau dibujuk-bujuk malah tambah kuat menangisnya. Makanya, Pohon besar cuma bisa berdoa supaya induk dan kakak-kakak Burung ini bisa pulang secepatnya.
