<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NulisPlusBisnis.com</title>
	<atom:link href="http://nulisplusbisnis.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nulisplusbisnis.com</link>
	<description>Sekedar Tulisan + Informasi Bisnis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 23:11:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>&#8220;Faaina tadzabun&#8230;?&#8221;</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/faaina-tadzabun/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/faaina-tadzabun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 23:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel "sekitar kita"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[                                                    MENCARI BAROKAH
Oleh: imada
Ngomongin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>                                                    MENCARI BAROKAH<br />
Oleh: imada</p>
<p>Ngomongin soal Barokah tentu saja – itu sesuatu yang sangat kita harapkan berkenaan dengan hal-hal yang menyangkkut kehidupan, misalnya: keluarga, usaha, harta dll. Semua yang kita miliki yang mengandung kebarokahan tentu akan mendatangkan manfaat, kebaikan, fahala, juga jadi sesuatu yang mendatangkan nikmat dan kebahagiaan. Jelas beda dengan sesuatu yang tidak barokah – Yang biasanya menimbuklkan mudharat/ tidak manfaat, mendatangkan dosa, kejelekan bahkan membahayakan dan membuat tidak senang terlebih bahagia secara lahir ataupun bathin.<br />
Tulisan ini sengaja di buat untuk menasihati diri saya sendiri, berusaha mengENYAHkan kebobrokan yang pernah dilakukan atau yang masih bersarang di hati dan otak ini. Dan bila ada yang berkenan membaca dengan rendah hati, bukan niat saya   menggurui –  Bebek mengajari berenang pada Angsa. Saya tahu Bebek tidak lebih besar dari Angsa, tidak lebih panjang lehernya, tidak lebih tinggi badannya, tidak lebih indah bulunya, tidak lebih cantik penampilannya, tidak lebih berat telornya, dan tentunya tidak lebih mahal harganya. Nb/ ;tidak lebih banyak tai nya( hehehe….bcanda, gitu aja marah.!)<br />
Barokah berasal dari kata “Katsrotulkhoiri” yang artinya banyak kebaikan yang terkandung di dalamnya. Karna kita sudah mengaji Alqur’an dan Khadist, tentu saja Barokah itu bisa kita minta lewat doa-doa. Dan untuk urusan yang akan kita lakukan – agar berbarokah bisa kita awali dengan shalat Istikharah atau shalat Hajat, agar apa yang kita jalani (walaupun di situ tidak ada unsur pilihan) diridoi dan di beri barokah oleh Allah SWT. Intinya shalat Istikharah itu bukan hanya minta pilihan saja, tapi juga  untuk minta kebarokahan.<br />
Sesuatu yang barokah juga harus di awali dengan kebaikan, karna Allah suka dengan yang baik-baik. Dalam dalil jelas di terangkan, misalnya; Allah tidak menerima shadakoh dari hasil mencuri, Dan untuk urusan-urusan yang lain tentu saja Barokah itu sesuatu yang tidak bertolak belakang dengan hukum agama, tidak melanggar peraturan-peraturan yang sudah di tetapkan. Tidak menimbulkan dosa dan mendatangkan fahala dan ridho Allah.<br />
Ada doa yang selalu kita saling amanatkan, saling ucap dan sampaikan yaitu; “Mudah-mudahan Aman Selamat Lancar Barokah….” Bisa kita devinisikan kira-kira begini; Aman dari gangguan dan rintangan orang-orang yang punya niat tidak baik, Selamat dari godaan setan, dan semua hal yang menimbulkan dosa, membahayakan, dan akan merugikan diri sendiri/ orang lain. Lancar dalam semua hal yang kita lakukan terutama hal yang menyangkut amall sholih dan ibadah. Barokah adalah imbalan dari Allah karna usaha kita – yang selalu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat.<br />
Bersyukurlah bila diantara kita saat ini tengah menikmati kebarokah itu, yang Allah turunkan, mungkin lewat bermacam-macam pemberiaan dan nikmatnya. Dan bila salah satu di antara kita merasai sesuatu yang di perkirakan kebalikannya, maka itu semua bisa jadi bahan intropeksi. Periksa kembali asal muasal permasalah, dan perbaiki segera sebelum kemudharatan itu berkembang menjadi “BENCANA”<br />
Bagi saudara/ri yang sudah menikah carilah kebarokahan untuk keluarga saudara/ri saat ini, dengan berbagai cara. Dan bagi yang belum menikah atau saat-saat ini akan menikah carilah kebarokahan untuk bakal keluarga kita nantinya, dengan cara; hindari pelanggaran! Terlebih bila kita masih tergolong biasa-biasa saja atau bahkan masih kurang dalam aktivitas dan kualitas ibadah.<br />
Apa yang mau kita sodorkan di hadapan Allah bila mati tiba-tiba datang? Oh my God…Amal kurang, dosa aja bertumpuk kaya sampah busuk! Ya Allah ampunilah kami, beri kami sedikit waktu untuk bertaubat dan memperbaiki semuanya. Beri kami kecerdasan menghadapi Zaman, jauhkan lah kami dari kebodohan yang setiap saat menggerogoti hati dan otak ini. Amiiin…..!!<br />
Lebih parah dari bodoh kita adalah dzalim, sebab diantara kita semua sudah tahu hukum dan banyak mengkaji ilmu Alqur’an dan Khadist, tapi kenapa masih saja suka berlaku melenceng dari aturan? Sadarlah diriku, sadarlah saudaraku semua….Fa’aina tadzhabuun…??<br />
(Untuk FA’AINA  bisa di cut sampai sini)</p>
<p>Bila anda akan menikah dengan orang yang anda sukai/ sama-sama suka, jauh sebelum anda merencanakan menikahinya, hindarilah pelanggaran yang sering kali terjadi untuk mengungkapkan segenap rasa cinta, kasih, sayang dan segala tek-tek bengeknya. Ingatlah… kebarokahan berawal dari kebaikan yang di ridhoi Allah!<br />
Bila ada diantara kita yang khilaf, lupa dan pura-pura lupa, mari untuk saling mengingatkan. Bukankah mengingetkan orang lain, sama dengan mengingatkan diri sendiri.<br />
So siapapun kita, bagaimanapun kualitas diri dan keimanan , jangan segan-segan untuk mengingatkan orang lain, terlebih saudara seiman. Dan memang kewajiban kita adalah saling mengingatkan.<br />
Kadang diantara kita masih ada yang punya pendapat “ah gue aja masih ancur, masa mau negor/ ngingetin orang lain sih…!” Maka hilangkanLAH pendapat dan perasaan itu, agar tidak menjadi “gembok” yang selalu mengunci hati kita dari satu kata yang bernama “SADAR/ ELING/ INSYAF” Pertamanya mungkin kita akan malu pada orang yang kita tegur tadi, apalagi bila dia bukan tergolong orang yang ahli syukur – dia akan membalikan fakta pada kita, “Ala… sok suci loe, ngaca dong…pake sendok!” Tapi jangan putus asa, (walaupun dia tidak bergeming dengan teguran kita) karna manfaat itu akan datang untuk kita, mengetuk pintu hati kita untuk memaknai teguran yang kita ucapkan pada orang lain sebagai cambuk yang memukul kesalahan/ kekhilafan yang sama yang telah kita lakukan, untuk menyadari, menthaubati menyudahi dan tidak mengulanginya.<br />
Dan bila kita menegur kebetulan pada orang yang tergolong ahli syukur, pasti dia akan sangat bersyukur atas teguran kita, melihat pada apa yang dikatakana bukan siapa yang mengatakan. Dan lambat laun kita akan malu,  MALU pada diri sendiri MALU pada Allah. Kalau orang lain saja mau kita ingatkan, apalagi diri sendiri. Ya harus mau dong! Maka rakhmat Allah datang, seperti asap Sauna yang perlahan memasuki lubang pori-pori di seluruh permukaan kulit. Memberi kesegaran hawa pagi yang sejuk, membuat kita tersadar dari tidur panjang, yang sekian waktu mengubur kita dalam kubangan dosa dan kebodohan. Prilaku taubat akan mendatangkan rakhmat yang akan jadi tameng, sehingga kita terselamat dari mengulangi kesalahan yang sama. Tapi bila masih tetap terulang, padahal sudah taubat, ah berarti dirinya sendiri aja yang dablek!<br />
Buang jauh-jauh kata; “Nasihat itu hanya boleh keluar dari mulut para ulama dan orang yang tak doyan berbuat dosa.” Agar kita tidak minder menyampaikan kebaikan. Bila kita orang yang peka tentu akan punya rasa. “Berat siksanya bagi orang yang mengatakan tapi tidak bisa mengerjakan” dan inilah dalil yang memicu kita takut untuk tidak berbuat setelah apa yang kita katakana pada orang lain. Dan selayaknya orang yang berkata itu bisa berbuat. Orang yang mengajak itu bisa mencontohi, orang yang melarang itu bisa menjauhi.<br />
Kembali ke…soal pernikahan yang Barokah. Berhubung zaman sekarang zaman canggih, kebarokahan yang kita cari pun lambat laun mulai terkontaminasi, tercelup pada efek-efek kecanggihan itu. bahkan telah banyak mencemari dan meracuni orang-orang yang tadinya punya niat ingin ibadah dan mencari yang namanya Barokah.<br />
Yap nikah adalah ibadah, semisalnya kita mau melakukan shalat, kita akan membersihkan badan/ mandi dulu, minimal wudhu lah, tidak di situ buang kotoran tidak di bersihkan, minum arak dulu atau melakukan hal-hal yang jelek yang kita tahu  di larang agama. Bila itu dilakukan juga, apa shalatnya di terima? Apa mendapat fahala? Tentu tidak, bahkan ITU sama saja dengan pelecehan terhadap ibadah. Nah kalau kita mau nikah melanggar dulu bagaimana jadinya – apabila kita persamakan dengan halnya shalat? Maka sama saja dengan menanam benih ketidak barokahan yang akan dipetik saat pernikahan itu sudah terbentuk jadi ruang yang namanya RUMAH TANGGA.<br />
Sekarang-sekarang ini banyak fakta di depan mata, seorang lelaki dan perempuan yang nota bene mengaku orang  iman, melangsungkan aksi kasih sayang di HP, saling menyatakan perasaan, saling merayu meluncurkan janji dan ekspresi-ekspresi lainnya yang mengarah ke zina hati. Dan jauhnya zina farji. Naudzubilah himindzalik!<br />
 Saya pernah menyelidik seorang teman, “Kamu tahu gak orang iman itu(apalagi seorang yang punya ilmu agama, didapat dari ponpes yang di tinggalinya selama beberapa bertahun), gak bakalan berani jalan bareng, pegang-pegangan dll. Nah sekalinya teleponan bukan tidak mungkin syahwat itu keluar, keluar KAN??” Saya menyelidik Hans, minta jawabannya atas protes yang dia lakukan pada saya, (karna saya telah minta seorang pengurus untuk mengingatkan pelanggarannya)<br />
“Iya…” Jawabnya lesu, sambil mengacak-ngacak rambutnya, mungkin ini ekspresi khasnya, atau mungkin juga doi kutuan atau ketombean. Hihihi….bcanda, gitu aja marah! Eia pertamanya dia ngintrogasi saya gini: “Kamu tidak suka ya, saya suka sama Bethadine (bukan Nadine Candrawinata loh) dan komunikasi dengan dia?”<br />
Saya jadi tercenung dengan pertanyaannya. ops komunikasi apa ya? Kalau disaat aku terlelap lalu terbangun gara-gara suara cekikikan, kadang rengekan, kadang suara manja yang di buat- buat si Betha. Menjijikan! Ini tidak lebih dari warming-uf Amsol (“amallsholeh”) bagi yang udah sah suami istri(kata orang sih…). Saya sempat juga  menegurnya untuk bicara lebih pelan, tapi dia tak bergeming, hati saya panas, emosi (karna ini sudah berulang kali terjadi) kekesalan saya harus di eksperikan dengan membanting barang tahan pecah ke daun pintu, dan dia tetap pada aksinya. Dan saya harus ngomong sendiri; DASAR….bla….bla…bla…!!!<br />
“Kamu tidak suka?” Hansaflast membuyarkan pikiran saya soal apa arti dari komunikasi yang dia maksud. “Saya tidak berhak melarang kamu suka ama doi atau siapa pun, tapi caranya dong! Kamu, dia, dan aku ini telah di takdirkan hidup jadi orang yang tahu hukum, jadi munafik aja kalau kita bisa nasihat pada orang lain begini-begitu tapi kita melakukannya juga.” Saya memang tak bisa bicara halus, dan semua yang telah membuat saya muak ini tak pantas lagi diperhalus. Beberapa saat kemudian saya memberi masukan, yang saya sendiri tidak tau sebenarnya dia nerima atau tidak, toh adegan teleponan – yang dia sebut “komunikasi” itu masih aja ada, walau tidak kerap lagi. Dan Bethadine, setelah kejadian (Hansaflast – yayangnya, protes sama saya) jadi agak laen.<br />
Uh sayang sekali padahal  si Betha ini di depan semua orang terlihat bersahaja, anggun, faham dan termasuk kriteria cewek beriman yang pantas di jadikan istri. But any way…by the way…bus way…penampilan luar saja tidak cukup untuk jadi pembuktian “dalam”nya seseorang. So jangan membiasakan diri melihat orang dari luarnya saja, karna kamu akan menyesal!<br />
Bersyukurlah bagi yang sudah menikah, dengan selamat dari pelanggaran, dan bagi yang menyadari pernah maka Allah tak menutup pintu taubatnya. Bagi yang punya rencana nikah, tapi terlebih dulu sudah sering kali melakukan pelanggaran dengan calon pasangan, untuk lebih baiknya selain bertaubat, hentikan aja hubungan. Cari saja yang bakal lebih membuahkan kebarokahan. Ambil positifnya, sakit sesaat dengan perpisahan itu, akan menghindarkan kita dari “sakit berkepanjangan” – bila kita memaksakan diri. Bila anda orang yang punya pemikiran sama mungkin Allah telah membuka hati kita untuk sedia payung sebelum hujan, tapi bila tidak, silahkan hujan-hujanan dan payung itu kadang susah di temukan, kalau gak sedia mau nemu dimana?<br />
Kemarin baru saja saya ngeSMS teman lama yang terus terang sangat saya sayang, karna pribadinya selalu ceria dan memang kami bisa nyambung. Hampir tiga tahun tidak ketemu dan lewat HPlah dia cerita mau menikah dengan orang yang dia kenal lewat HP. Beberapa bulan saya tunggu hari H nya tapi sampai sekarang belum juga. Isi SMS saya.1-“Wey…boleh gak aku ngasi komen, tapi jangan marah ya”<br />
“boleh, sok aja. Tnang aja ga bkl marah ko.”<br />
2-“Kalo emang smpe skrg ama Mr Fanadol itu masi blm jls, mnding gak ush aja, ntar kalo jd nikah trus ada yg Tanya. Knal di mn? Trus di jwb, di HP.org akn blg oh…jd tlpon2nan ya? Nah trs reaksi kamu?” (Saya pikir dia tuh MT gitu loh, terus gimana dengan nama baik MTnya?)<br />
INTERMEZO: Dulu waktu masih mondok, saya di ceritai seorang istri guru saya, gini: “Tadi bapak telpon(suaminya lagi ada urusan Sabilillah di luar kota) Ma…mau di “cuki(anu-amsol red)” kah di telpon?” Tentu saja ini guyonan, tapi toh halal aja wong mereka suami istri. Jadi tidak menutup kemungkinan, orang bisa berbuat apa saja dengan media apapun, walau tidak secara langsung. Moral  manusia yang harusnya dijunjung tinggi, kini banyak terkoyak terhempas pecah dan bejat. Tidak mengenal ulama dan orang biasa. Naudzubillah himindzalik!<br />
Tak cukup sekali saya menerima sinisme akibat menegur teman yang telponan mengarah ke pelanggaran. Sebut lagi saja Mr Bodrekx, (guru bujang sebuah pondok mini) sebenarnya dia kakak angkatan saya di pondok tapi sayang dia udah lupa kalo punya adik angkatan yang masi mengenalnya. Dia sering calling(bukan keeling)teman saya miss Faramex, dan si cewekpun ternyata tak kalah aktifnya meresfon dan kadang ngecall duluan. Sampai suatu saat saya nge SMS dia untuk mengingatkan, mungkin emang agak keras dan kasar tapi itulah kenyataannya. “Mr,.. kalo emang kamu niat baik ya udah lamar aja si Fara, jd bkal tau di trima/ tdknya. Drpd SMSn tlponn, mlanggar tau. Munafik…ama murid-murid kita bs aja blg jgn tlponn eh, diri kita sndr? malu dong!”<br />
Dia membalas sengit, mungkin tak terima dibilang munafik, sikap dia menyangkal semua perbuatannya, mumbuat saya mual enek dan pengen ketawa sambil naik lemari, GILA kali. Dia bilang, “Aku tidak ada apa2 ko, aku cuma nganggp dia adik.” Adik? Hah kakak apaan itu, masa di SMS pake ngungkapin semua perasaannya. BEJAT, masa kakak berprilaku tak senonoh pada adik! Kalau suka bilang aja suka, apa susahnya coba? udah jelas-jelas, semua ungkapannya itu ada di dalam HPku.<br />
Eiya mungkin belum saya bilang, bahwa selama mereka melakukan telponan si Miss Faramex itu memakai HPku. “Oh jadi itu HP kamu?” Sepertinya dia malu dan kaget. Saya mencak-mencak sendiri; Lha kalau itu HP Fara kamu akan lebih seenak udelmu gitu? DASAR…tukang bohong, mending  kalo cuma ngebohongi orang lain, nah ini membohongi perasaan sendiri. Akhirnya pertengkaran lewat SMS terjadi sampai terucap, kata “oh jadi cemburu nih ceritanya kacian deh lo. Saya di bilang cemburu? ah emang  kalo orang marah itu bisa bicara apa saja termasuk hal yang tidak mungkin.<br />
Ya akhirnya saya bisa bicara halus, saya terangkan kalau sebenarnya saya sayang bangat sama Fara, kalau dia terus meladeni prilaku Bod bukan tidak mungkin konsen tugasannya akan terganggu. Dan lagi bukankah dosanya akan jadi DOUBLE yaitu, kenean dalil Kaburomaktan… dan juga melakukan pelanggaran ITU. Alhamdulillah akhirnya dia bisa ngerti dan kami saling maafan, dia juga janji untuk brenti.<br />
Ah, saya kira soal begituan tidak akan saya temui lagi, ternyata selang beberapa waktu, ada lagi satu makhluk tuhan yang terserang virus Setan brengsek, yap sebut saja Yungsan(obat jerawat kali?)Yungsan saya anggap teman yang bisa dewasa dan gak bakalan terpengaruh keedanan yang telah lama terlihat diantara teman2 yang lain, eh nyatanya suatu saat saya tau doi disukai Sogun, lebih-lebih kemudian si Sogun ini memberi Yungsan sebuah HP yang lumayan keren lah, dan media inilah yang semakin membuat jarak dan waktu bukan lagi suatu alasan! Terlebih cofy darat pun tak ketingalan sering terjadi.<br />
Lalu saya menyarankan untuk mengembalikan HP itu tapi ternyata Yungsan keberatan, doi bilang HP itu sudah jadi miliknya karna gun sudah melamarnya (dan mungkin mereka akan menikah) “apalagi mau menikah, seharusnya kamu tidak mengawalinya dengan pelanggaran!” Dia cuma diam. Dan saya sungguh tak mengerti dengan jalan pikirannya, kembali soal bahasa muna meluncur dari mulut saya, walau definisi munafik dalam dalil tidak tertulis: “orang yang bisa menasehati/ mengajar(apalagi ulama) tapi dirinya sendiri melanggar. Saya amat kecewa! Lalu saya bilang; “kita lihat saja nanti, kamu tau kan Betha sama Hans bagaimana? Kita lihat saja kelanjutannya!” dalam hati saya bicara; kalau mereka tak jadi menikah berarti Allah masih menyelamatkan mereka dari “sakit berkepanjangan”.<br />
Saya tak tahu apa Yungsan mengerti atau tidak dengan kalimat “kita lihat saja nanti!” karna akhirnya setelah saya merasa semua yang saya katakan tak menimbulkan reaksi apa-apa, saya pun harus diam. Diam antara menahan sakit, kecewa, gak ridho, kasihan dan segala macam perasaan yang sepertinya – Yungsan tak pernah mau mengerti. Yap hidup yang bijak itu memang tidak boleh mengharapkan orang lain mengerti kita, tapi kita harus selalu mengerti orang lain. Dan saya jadi ingat, dulu Betha pernah bilang sama saya; “Kamu jangan terlalu khawatirkan dan mikirin orang lain, karna orang lain aja belum tentu mikirin kamu.” Tapi saya juga ingat nasihatnya seorang ulama; “Akan jadi apa agama ini, kalau diantara kita saling membiarkan saudaranya melanggar dan terjerumus?”<br />
Hendak ke mana engkau pergi? Kenapa kadang kita berani menggadaikan keimanan, kefahaman dan kebarokahan dengan kesenangan yang sedikit, benda atau harta yang nilainya tak ada setai kukupun di hadapan Allah? Dengan apa kita bisa menebusnya, dengan APA? Fa’aina Tadzhabuun…?<br />
Allhamdulillah Jazaakumullohu khoiro…                (Trk 29/3/2008 10:36 AM)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/faaina-tadzabun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;sekitar kita&#8221;</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/sekitar-kita/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/sekitar-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 22:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel "sekitar kita"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[MEMBELI SENYUM
“Senyum dong sedikit….” Kita sering kali mengucapkan kalimat ini pada orang-orang yang “mahal” banget dengan senyum, yang kayanya berat banget untuk menyunggingkan bibirnya kesamping – terlihat giginya atau tidak itu gak masalah, namanya aja senyum jelas berbeda dengan tertawa.
Bisa seulas seperti mentega atau bisa berlumuran seperti minyak goreng, yang jelas harus tepat pada porsinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEMBELI SENYUM</p>
<p>“Senyum dong sedikit….” Kita sering kali mengucapkan kalimat ini pada orang-orang yang “mahal” banget dengan senyum, yang kayanya berat banget untuk menyunggingkan bibirnya kesamping – terlihat giginya atau tidak itu gak masalah, namanya aja senyum jelas berbeda dengan tertawa.<br />
Bisa seulas seperti mentega atau bisa berlumuran seperti minyak goreng, yang jelas harus tepat pada porsinya dan sedap di pandang mata. Senyuman pada umumnya di tujukan untuk orang lain, bisa sebagai isyarat menyapa, menghormati menghargai dan sebagai pelengkap ucapan terima kasih, dimana-mana tidak pantaslah bila kita bilang makasih tapi berpaling muka, cemberut bahkan jutek.<br />
 Kalau senyum –senyum sendiri gimana? Boleh-boleh aja tapi liat-liat tempat, mungkin kita emang lagi bahagia sampai meluap dan gak bisa ditahan, jangan sampai senyum-senyum sendiri di depan orang banyak , trus kita di sangka sinting. So senyum atau smile ini sangat banyak kegunaannya.<br />
	Selain di gunakan untuk orang lain, senyum juga bisa sebagai gambaran atau cermin hati dan kepribadian seseorang. Orang yang “murah” senyum biasanya punya sifat yang ramah, supel gampang bergaul baik hati, tidak sombong dll. Dan yang mahal senyum bisa jadi kebalikannya. Tapi bila ada seorang teman yang tiba-tiba sulit tersenyum, jangan salah sangka dulu mungkin aja dia lagi ada masalah atau lagi sakit gigi nah kita sebagai teman harus usaha cari tahu berusaha peduli dan menghiburnya agar dia bisa tersenyum kembali seperti sedia kala.<br />
	Dan bagi yang dari sononya emang SB(susah banget) senyum, mudah-mudahan bisa cepat merubahnya sedikit demi sedikit, karna orang-orang di sekitar kita mungkin saja sudah lama tersiksa, teraniaya(kaya lagu Letoo aja deh) berharap dan mungkin mendoakan jelek; “Mudah-mudahan cepet….abis dia kerjanya marah-marah melulu, cemberut, jutek judes ketus, cuek bebek ah pokoknya segala yang gak asik di borongnya sendiri!”(titik-titik bisa diartikan sendiri)<br />
	Konon kata ahli kesehatan, tersenyum atau tertawa adalah terapi yang mujarab menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit non fisik. Misalnya penyakit sakit hati, stress dan penyakit-penyakit yang “goib” lainnya. Dan sudah jadi pribahasa agama bahwa senyum itu ibadah.<br />
Sudah dikatakan tadi, senyum itu banyak gunanya bahkan senyum itu bisa “menyihir” seperti halnya lagu – secara tidak langsung – dengan hanya mendengar saja kalau lagunya menyentuh, enak di dengar, bikin suasana hati berbeda – kadang kita bisa terlarut, terkesima dan ngecap penyanyinya sebagai penyanyi idola. Jatuh hati pada sang penyanyi karna lagunya, bukan karna orangnya; Biar orangnya keren beken dan digilai para ABG kalo suaranya cempreng, lagunya asal-asalan istilahnya cuma “jual tampang doang” buat apa?<br />
Opstt..Kok jadi ngomongin penyanyi ya? Ok kita kembali ke soal senyum yang “menyihir” Bagi kita yang biasanya selalu ada di lingkungan banyak orang, misalnya kerja di kantor pemerintah/ swasta dibagian pelayanan masyarakat/ costumer cervis. Di swalayan/ pertokoan dan usaha dagang lainnya, mulai dari yang namanya lapak di emperan toko, gerobak warung kaki lima(PKL), kios di pasar sampai yang berembel-embel super market. Warung makan, rumah makan kecil, besar, sampai yang namanya resto dan hotel juga perusahan-perusahan jasa lainnya yang bertebaran hampir di tiap sudut kota – senyum merupakan bagian dari kunci sukses.<br />
Ya sadar atau tidak sadar itu merupakan keharusan yang sering kali sebagian orang lupa, menganggap sepele hal yang remeh ini dan tidak menyadari kalau akibatnya akan patal – Karna kita sudah membaca di atas senyum bisa “menyihir” yang tentu saja beda dengan sihirnya Nini Pelet atau sihirnya Nenek Sihir. Karna kita tidak sedang bicara soal ilmu hitam yang di larang agama itu.<br />
Gimana sih ceritanya kok bisa menyihir? Emang sambil senyum baca jampi-jampi? Bukan gitu, karna orang tersenyum itu jelas sekali dari hati, hatinya emang niat dan bila seseorang senyum bukan dari hati/ tidak tulus – Cuma pormalitas yang itu pun merasa terpaksa jelas akan tampak perbedaannya. Saya pernah membaca di sebuah tulisan “coba kita lihat matanya, kalo matanya agak menyipit/ agak merem itu sebagian tanda senyum yang di paksakan. Lain dong dengan orang yang matanya emang asli sipit dan punya kebiasaan kalo tersenyum/tertawa merem.(selesai ketawa orang udah pergi semua.)<br />
Jadi senyum yang tulus itulah yang menyihir kita, membuat kita senang, merasa di hargai dan menjalin komunikasi positif secara tidak langsung. Misalnya pelayan resto yang satu murah senyum yang satu lagi mahal banget, nah bisa saja si pelanggan tidak jadi makan gara-gara si pelayan yang murah senyum kepadanya tidak masuk kerja saat dia mengadakan kunjungan berikutnya.<br />
Apalagi yang namanya usaha jual beli, ada istilah pembeli adalah raja, yang  secara wajarnya di tawari dengan bahasa yang baik, senyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih bila si target membeli dan tidak mengumpat/ mencaci bila si target cuma melihat-lihat/ banyak bertanya atau menawar. Perlu di catat juga bagi pembeli jangan mentang-mentang sebagai raja terus bertingkah seenaknya.<br />
Pada umumnya kedua belah pihak harus bisa saling menghargai dan ada keseimbangan, supaya tercipta lingkungan masrakat yang harmonis. Terlebih di kota kecil seperti Tarakan ini, sepertinya disetiap ruas tempat kita akan sering menemui orang yang sama. Sehingga peluang untuk menjalin komunikasi positif itu lebih terbuka lebar. So apa susahnya senyum, apa susahnya bilang trims?<br />
* * *<br />
Baiklah sekarang kita simak parodi – opini dan tragedi yang terjadi di sebagian masyarakat Tarakan berkaitan dengan senyum sapa berbudi dan berbudaya.:<br />
 Kisah 1: “ Kau tau gak, kemarin si Borneo yang baru punya bayi sebiji itu, masuk ke salah satu toko gede disalah satu ruas jalan utama di Tarakan ini, niatnya ya mau beli susu buat bayinya. Nah istrinya yang pinter nyetir nunggu suaminya di mobil, soalnya takut kali anaknya yang bersih kena debu jalanan yang bertebaran di sana-sini. Kau tau lagi gak waktu itu si Borneo cuma pakai kaos oblong belel sama celana sedengkul? yang jelas aja, membuat sebagian pelayan (yang biasa ngeduluin negative tinking) melihat tampangnya – tampang orang kere atau paling miris tampang kriminil – waktu dia menghampiri deretan rak susu-susu bayi “ELITE”. Si pelayan langsung buka mulut yang celakanya, tanpa bertanya apa yang di butuhkan pelanggan, senyum ramah dan kalau bisa mungkin menerangkan jenis2 kandungan gizi&#038;kelebihan produk yang ada di sana – dia langsung bilang(lagi-lagi tanpa maaf-senyum atau menganggukan kepala sebagai sapaan) dia bilang; “Pa, itu tuh di sana tempatnya susu yang harganya murah, yang disini… semua, harganya mahal.” Dia menunjukan rak lain di tempat yang agak terpisah. Borneo melirik tajam ke arah pelayan yang bermulut tak kalah tajam itu, apa maksudnya coba? pikir Borneo<br />
“Maksud lo apa?” Borneo langsung naik pitam, darah mudanya mendidih, dirinya merasa di hina terang-terangan. “Lo angap gue gak punya duit apa? Kalaupun iya, elo enggak berhak sok tau, harusnya lo tawarin barang mahal ini biar laku, bukan di simpen sampei jamuran dan terbongkar dalamnya terkontaminasi. Lo mau jualan apa ngoleksi HAAH? Brakk..dsikk…” Amarah yang berkobar di otak Borneo lari ke kaki yang biasa di pakenya main bola kalo lagi gak ada kerjaan, pelayan itu di tendangnya sampai terhunyung, tak puas di situ Borneo mengambil benda dagangan terdekat yang di kira bisa menyalurkan kemarahannya, “Bruukkk…” Benda itu menimpa kepalanya dan kontan berdarah. Suasana jadi ribut, kacau dan berakhir di kantor Polisi.”<br />
* * *<br />
Dari kejadian ini bisa kita lihat dan bisa kita cermati seperti apa dan bagaimana. Kalau dikatakan salah semua salah, Borneo jelas dengan menganiaya dan si pelayan sangat salah karna lebih dulu melupakan tatak rama dan meninggalkan kunci sukses berbisnisnya – ya walaupun sebatas bekerja pada orang lain, tapi bukankah jika si bos sukses tentu saja pekerjapun akan kecipratan, walau kadar cipratannya itu bisa berpariasi.<br />
Saya tak berkata kalau di Tarakan ini ada paradigma lama yang kadung berkembang bebas yaitu; “kalau tidak nampang stile, necis berduit atau sekedar kelimis – jarang dianggap” Karna ini juga opini sebagian masrakat lagi yang masuk ke redaksi.<br />
 Kisah 2: Tersebut lagi Nyonya Tanjung S(Sttt..denger-denger beliau udah lama jadi OKB): Dia dan putrinya yang juga pinter nyetir markir mobilnya agak jauh dari sebuah toko elektro yang bisa di kredit, takut kesenggol kali ama kendaraan lain yang keluar masuk – maklum mobil baru BO! Nyonya Tanjung masuk sendirian, dia itu pemberani loh, lalu melihat-lihat semua barang, terutama barang yang memang niat di ambilnya, WAW ternyata sebuah produk keluaran baru yang lumayan canggih, dan para tetangga yang bukan OKB yakin deh belum punya. Lalu dia bercas-cis-cus soal pembayaran dll maksudnya. Tapi ada yang terdengar janggal dari salah satu petugasnya begini? sambil dia terus memperhatikan kostum yang di pakai Nyonya Tanjung. : “Apa Ibu tidak keberatan mengangsurnya?”<br />
Dan nyonya Tanjung S. tersenyum dia sih gak kaya Borneo, dia nyantai aja lalu bilang; “Sory pakai daster ya Mbak, soalnya tadi saya lagi bobo siang, terus di paksa anak saya pergi ke sini, soalnya anak saya ini kalau kemauannya tidak langsung di turuti suka langsung ngamuk kaya kesurupan, bisa-bisa mobil yang baru saya ambil ceash no credit no ngutang dari dealer itu diterbangkannya ke jurang gunung Amal.<br />
Jadi siapa coba nanti yang rugi? udah kehilangan mobil terus nyawa anak saya pula. Mobil sih gak masalah bisa beli lagi, lha tambak saya kan masih bisa di panen tiap bulan. Nah kalau nyawa anak mau beli dimana? Jangankan beli, kredit aja gak ada. Ya udah kalau Mbak keberatan saya kredit atau beli di sini saya cari di Tawau aja, atau mungkin sekalian ke Jepang. Bukannya apa soalnya Indonesia makin hari kok makin banyak pemalsuan produk ya? HERAN deh…”<br />
Nyonya tanjung memanggil seseorang dari ponselnya, “Ndok reneo…kaki ibu kayanya keram nih” Sebuah mobil keluaran baru yang masih mengkilap, berhenti tepat di depan teras toko, Nyonya Tanjung S. pun melesat pergi di iringi tatapan-tatapan dengan berbagai ekspresi. “Mana BU?” anaknya langsung menagih. “Tenang aja besok kita terbang ke Jakarta. Beli di sini mah makan ati”<br />
“Bener bu? Asyiiiiiikk……!!”<br />
* * *<br />
Dari beberapa tragedi dan opini di atas bisa di simpulkan apakah senyum-sapa, posting(positif tinking) dan segala tek-tek bengek yang bisa “menyihir” dan mendatangkan rizki itu harus di beli?Emang siapa yang jual?&#8230;.BERSAMBUNG.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/sekitar-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat untuk seorang pemuda SMU</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/surat-untuk-seorang-pemuda-smu/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/surat-untuk-seorang-pemuda-smu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 03:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel "sekitar kita"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda SMU bertanya soal panduan menggugurkan kehamilan pacarnya, di Yahoo Answer. Lalu saya tergerak menjawabnya.
Begini:
Adikku sayang&#8230;ini pedoman mempertahankan kandungan, Orang yang memberi pedoman aborsi sama bejatnya dengan yang aborsi.
Adikku sayang&#8230;segumpal daging itu sudah melekat erat pada rahim. Darah itu darahmu dan ibu janin itu-kekasihmu. Jika diganggu(di gugurkan dia akan berontak)resikonya tinggi.
sekedar berbagi nih; baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pemuda SMU bertanya soal panduan menggugurkan kehamilan pacarnya, di Yahoo Answer. Lalu saya tergerak menjawabnya.<br />
Begini:</p>
<p>Adikku sayang&#8230;ini pedoman mempertahankan kandungan, Orang yang memberi pedoman aborsi sama bejatnya dengan yang aborsi.<br />
Adikku sayang&#8230;segumpal daging itu sudah melekat erat pada rahim. Darah itu darahmu dan ibu janin itu-kekasihmu. Jika diganggu(di gugurkan dia akan berontak)resikonya tinggi.</p>
<p>sekedar berbagi nih; baru dua minggu ini, kakak habis keguguran-(usia 1 bln lbh)berarti gak di sengaja kan?Sakitnya minta ampun, berdarah-darah dik, jalan ngilu, kepala pening. belum lagi syok melihat gumpalan darah yang keluar.Itulah perempuan dik, keguguran sama beratnya dengan melahirkan bahkan lebih bahaya lagi keguguran.</p>
<p>Karna sukur2 kalau darah calon janin itu keluar sendiri semua, tapi kalau tersisa di rahim itu harus di kuret(tangan dr/alat2 tertentu, di masukan ke dalam rahim)coba adik bayangkan! Kalau masih tersisa juga maka dia akan jadi racun yang salah satunya, menyebabkan kangker rahim.</p>
<p>Sebagai lelaki yang harus punya tanggung jawab, baik sekarang maupun nanti, pikirkanlah hal itu dik. Coba bicara dengan orang tua. Jangan mikir yang singkat-singkat aja. Karna sebenarnya sekolah itu tujuannya untuk membantu kamu menuju kedewasaan &#038;kesuksesan. Cobalah jadi orang yang berbeda dengan kebanyakan teman-teman yang banyak kamu lihat(negativnya)</p>
<p>BERANILAH&#8230;..!!Cari solusi bersama orang tua,jangan takut&#8211;tak ada orang tua yang tega membiarkan anaknya susah. Tapi dengan sarat. pasang hatimu dengan sedewasa mungkin.<br />
Tanggunglah apa yang sudah berani di lakukan. Karna hidup bukan di dunia saja. Bertaubatlah, dan satu lagi jika kamu muslim, tanggung jawab bukan berarti menikahi. Karna orang yang sudah berzina tidak boleh dinikahkan. Bicaralah dengan kedua keluarga.</p>
<p>Jangan lakukan aborsi!!! lihat, lihatlah orang2 yang Tetap mempertahankan kanduangan dengan posisi yang lebih rumit dari kalian. Dan ingatlah jangan ulangi perzinahan. yang nikmatnya cuma 10 menit tapi siksanya dunia akhirat. Dalam dallil di terangkan (kalau gak salah)<br />
 3 siksa di dunia; -memendekan  umur<br />
-                          -mewariskan kefakiran<br />
                            -menghilangkan wibawa<br />
3 siksa di akhirat:<br />
-di murkai Allah<br />
-kekal di neraka<br />
 dan keterangan lainya saya lupa  </p>
<p>Oke dik&#8230;.perjalananmu masih panjang, jika kamu sudah bisa melewati rintangan yang satu ini, maka kamu akan bisa melewati yang lebih berat lagi. Semua yang sudah kita lalui dalam hidup ini, adalah pembelajaran yang berharga. jangan putus asa!!!<br />
Jangan juga tinggalkan kekasihmu, beri dia semangat, motivasi, pertolongan , perlindungan. Tunjukan kamu orang yang bertanggung jawab, dan dewasa melampaui umurmu. Jangan lihat orang-orang bejat di sekitarmu, tapi lihatlah dan bergaulah dengan orang-orang yang membuatmu sadar dan mengerti untuk apa Allah melahirkanmu di dunia.</p>
<p>maaf kalau kk terlalu menggurui. Tapi orang seperti kamu sepertinya tak punya sosok yang bisa di teladani kebaikannya, atau mungkin kamunya aja yang terlalu rapuh di bawa arus pergaulan.<br />
Ya udah lah dik&#8230;kita masih bisa terus tukar pikiran </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/surat-untuk-seorang-pemuda-smu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SHORT URL</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/short-url/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/short-url/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 03:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[info onlinebiz]]></category>
		<category><![CDATA[Short Url]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[suka ikutan berbagai bisnis affiliasi? punya banyak kode URL untuk mencari reffereal, singkat aja kode2 URL yg panjang2 itu
di:http://adf.ly/?id=37752 ,
setiap kunjungan kesana akan dihargai dollar, dan masi banyak fasilitas yg ditawarkan gratis, diantaranya &#8220;Google Analytic&#8221; yg sangat bermanfaat untuk melihat traffic record web yang kita punya.
Untuk melihat cara kerjanya klik aja:http://adf.ly/?id=37752 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>suka ikutan berbagai bisnis affiliasi? punya banyak kode URL untuk mencari reffereal, singkat aja kode2 URL yg panjang2 itu<br />
di:http://adf.ly/?id=37752 ,<br />
setiap kunjungan kesana akan dihargai dollar, dan masi banyak fasilitas yg ditawarkan gratis, diantaranya &#8220;Google Analytic&#8221; yg sangat bermanfaat untuk melihat traffic record web yang kita punya.<br />
Untuk melihat cara kerjanya klik aja:http://adf.ly/?id=37752 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/short-url/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Surga dimata anakku&#8221;</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/surga-dimata-anakku/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/surga-dimata-anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 03:10:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel "sekitar kita"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Suatu pagi
&#8220;Bu ayolah cepetan masaknya&#8230; tar aku kesiangan, kata bu guru kalo jam sembilan gak di terima lagi&#8221;
&#8220;Sabarlah de, ibu kan masih masak, lagian kan pembagian rapotnya sampai jam sepuluh. Semua ibu-ibu dimana-mana itu sama, kalo pagi-pagi sibuk masak.
&#8220;Ada yang enggak!&#8221; Anakku menukas.
&#8220;Iya, itu yang punya pembantu.&#8221;
&#8220;Yang punya pembantu itu orang kaya, ya bu?&#8221;
&#8220;Iya&#8221;
&#8220;Orang kaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu pagi<br />
&#8220;Bu ayolah cepetan masaknya&#8230; tar aku kesiangan, kata bu guru kalo jam sembilan gak di terima lagi&#8221;<br />
&#8220;Sabarlah de, ibu kan masih masak, lagian kan pembagian rapotnya sampai jam sepuluh. Semua ibu-ibu dimana-mana itu sama, kalo pagi-pagi sibuk masak.<br />
&#8220;Ada yang enggak!&#8221; Anakku menukas.<br />
&#8220;Iya, itu yang punya pembantu.&#8221;<br />
&#8220;Yang punya pembantu itu orang kaya, ya bu?&#8221;<br />
&#8220;Iya&#8221;<br />
&#8220;Orang kaya bisa masuk surga bu?&#8221;<br />
&#8220;Ya kalo sholeh bisa&#8221;<br />
&#8220;Tapi, kata ibu orang kaya lama masuk surganya, di tanya inilah itulah.&#8221; Aku diam, anakku pergi sambil gelisah.</p>
<p>**Suatu Malam**</p>
<p>Dua anakku berdesakan di sebelahku, ayahnya sedang lembur.Jadi kesempatan mereka meninggalkan kamarnya.<br />
&#8220;De&#8230;Mas&#8230;.cobalah, kalau makan itu gak usah di suruh-suruh terus, kan makan itu untuk menjaga kesehatan. Orang yang kurang makan itu, badannya sakit-sakitan.<br />
Kalian harus lihat orang-orang yang gelandangan di sana-sana itu, mereka makan bekas-bekas orang. Masa ibu masak tiap hari gak di sukuri. inget, Ayah itu kerjanya berat, cari uang itu cape ! masa kita yang tinggal makan aja kok susah.<br />
Kalau soal kurang enak mah disabar-sabarin aja lah, tar juga insya Allah kalau uangnya udah lebih, kita bisa makan enak&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya di sabar-sabarin, nanti juga kalau di surga, mau makan apa aja bisa. Ayo bu cerita surga&#8230;&#8221; Aku diam, terhenyak dengan kata-kata si ade, lalu sejenak mencari ide, tapi kemudian</p>
<p>&#8220;Bu kok aku belum pernah makan ayam goreng; yang pahanya utuh kaya di upin&#038;ipin&#8230;Umm&#8230;Ayam guriiing&#8230;!!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/surga-dimata-anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Smile page&#8221;</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/smile-page/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/smile-page/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 01:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA["smile page"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Pecah&#8221;
Seorng ibu mau di pijat sama seorang nenek tukang pijat, di rumahnya.
Bagian yang pertama akan di pijat adalah punggungnya, lalu dia nanya sama si nenek. &#8220;Nek BH nya di buka?&#8221;
Si nenek menjawab;&#8221;Ya iyalah, kalau gak di buka, nanti kaca matanya pecah&#8221;
Si ibu tersenyum-senyum mendengar jawaban si nenek. Yang ternyata kocak juga.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>&#8220;Pecah&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: left;">Seorng ibu mau di pijat sama seorang nenek tukang pijat, di rumahnya.</p>
<p>Bagian yang pertama akan di pijat adalah punggungnya, lalu dia nanya sama si nenek. &#8220;Nek BH nya di buka?&#8221;</p>
<p>Si nenek menjawab;&#8221;Ya iyalah, kalau gak di buka, nanti kaca matanya pecah&#8221;</p>
<p>Si ibu tersenyum-senyum mendengar jawaban si nenek. Yang ternyata kocak juga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/smile-page/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merangkum tulisan</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/15/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/15/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 06:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[info untuk yang suka nulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Merangkum Tulisan yoo&#8230;
Lima hari kebelakang saya dapat info dari teman pengguna yahoo answer. Tentang sebuah situs yang bernama Shvoong. Situs yang berasal dari negeri orang ini, mengajak kita yang suka menulis, untuk menyingkat atau bahasa sekolahannya merangkum,(gak bedalah dengan tugas merangkum, jaman kita sekolah dulu) Tulisan2 yang telah di terbitkan. Baik itu berasal dari buku, koran, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Merangkum Tulisan yoo&#8230;</strong></p>
<p style="text-align: left;">Lima hari kebelakang saya dapat info dari teman pengguna yahoo answer. Tentang sebuah situs yang bernama Shvoong. Situs yang berasal dari negeri orang ini, mengajak kita yang suka menulis, untuk menyingkat atau bahasa sekolahannya merangkum,(gak bedalah dengan tugas merangkum, jaman kita sekolah dulu) Tulisan2 yang telah di terbitkan. Baik itu berasal dari buku, koran, website, dan media2 lainnya.</p>
<p align="center">Dibawah ini adalah prakata dari Shvoong.</p>
<p align="center">Tentang Shvoong</p>
<p align="center">‘Shvoong’ adalah pusat ringkasan tingkat dunia, menawarkan banyak ragam ringkasan dalam 34 bahasa. Tujuan kami adalah meringkas semua yang pernah ditulis sepanjang sejarah manusia dalam bidang sastra dan riset sains, sehingga memberi Anda intisari pengetahuan manusia. Semua ringkasan tersebut ditulis oleh pengguna kami, warga dunia yang tidak hanya menularkan pengetahuan mereka kepada semua orang, tapi juga memperoleh royalti dari kerja mereka. Situs ini bukan bermaksud mengganti hal yang sebenarnya-buku maupun hasil kajian -dengan ringkasan, namun berfungsi sebagai sarana yang membantu Anda berenang di lautan informasi, memisahkan sekam dari biji padi</p>
<p align="center">Mari, baca dan nikmati! Dan dalam waktu yang sama, Mari, tulis dan dapatkan penghasilan!.</p>
<p style="text-align: left;">Jadi selain melatih kita untuk lebih pinter lagi, shvoong juga akan  memberi kita pendapatan, dari tulisan yang kita rangkum. Jadi tunggu apa lagi, daftar segera di shvoong lewat link ini: <a href="http://id.shvoong.com/aff-791E1/">http://id.shvoong.com/aff-791E1/</a></p>
<p style="text-align: left;">Dengan mendaftar di shvoong, kita juga bisa mengajak teman, sodara dan siapa saja untuk menjadi refereall. Dan kita akan mendapat tambahan penghasilan jika refereall kita juga merangkum tulisan.</p>
<p style="text-align: left;">Selamat bergabung&#8230;..Selain merangkum, kita juga bisa membaca rangkuman anggota shvoong yang lain, untuk menambah pengetahuan kita di segala bidang yang ingin diketahui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membeli Senyum</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/membeli-senyum/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/membeli-senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 05:13:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel "sekitar kita"]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[MEMBELI SENYUM
 Senyum dong sedikit….” Kita sering kali mengucapkan kalimat ini pada orang-orang yang “mahal” banget dengan senyum, yang kayanya berat banget untuk menyunggingkan bibirnya kesamping – terlihat giginya atau tidak itu gak masalah, namanya aja senyum jelas berbeda dengan tertawa.
Bisa seulas seperti mentega atau bisa berlumuran seperti minyak goreng, yang jelas harus tepat pada porsinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">MEMBELI SENYUM</p>
<p align="center"> Senyum dong sedikit….” Kita sering kali mengucapkan kalimat ini pada orang-orang yang “mahal” banget dengan senyum, yang kayanya berat banget untuk menyunggingkan bibirnya kesamping – terlihat giginya atau tidak itu gak masalah, namanya aja senyum jelas berbeda dengan tertawa.</p>
<p>Bisa seulas seperti mentega atau bisa berlumuran seperti minyak goreng, yang jelas harus tepat pada porsinya dan sedap di pandang mata. Senyuman pada umumnya di tujukan untuk orang lain, bisa sebagai isyarat menyapa, menghormati menghargai dan sebagai pelengkap ucapan terima kasih, dimana-mana tidak pantaslah bila kita bilang makasih tapi berpaling muka, cemberut bahkan jutek.</p>
<p> Kalau senyum –senyum sendiri gimana? Boleh-boleh aja tapi liat-liat tempat, mungkin kita emang lagi bahagia sampai meluap dan gak bisa ditahan, jangan sampai senyum-senyum sendiri di depan orang banyak , trus kita di sangka sinting. <em>So </em>senyum atau <em>smile</em> ini sangat banyak kegunaannya.</p>
<p>          Selain di gunakan untuk orang lain, senyum juga bisa sebagai gambaran atau cermin hati dan kepribadian seseorang. Orang yang “murah” senyum biasanya punya sifat yang ramah, supel gampang bergaul baik hati, tidak sombong dll. Dan yang mahal senyum bisa jadi kebalikannya. Tapi bila ada seorang teman yang tiba-tiba sulit tersenyum, jangan salah sangka dulu mungkin aja dia lagi ada masalah atau lagi sakit gigi nah kita sebagai teman harus usaha cari tahu berusaha peduli dan menghiburnya agar dia bisa tersenyum kembali seperti sedia kala.</p>
<p>          Dan bagi yang dari sononya emang SB(susah banget) senyum, mudah-mudahan bisa cepat merubahnya sedikit demi sedikit, karna orang-orang di sekitar kita mungkin saja sudah lama tersiksa, teraniaya(kaya lagu Letoo aja deh) berharap dan mungkin mendoakan jelek; “Mudah-mudahan cepet….abis dia kerjanya marah-marah melulu, cemberut, jutek judes ketus, cuek bebek ah pokoknya segala yang gak asik di borongnya sendiri!”(titik-titik bisa diartikan sendiri)</p>
<p>          Konon kata ahli kesehatan, tersenyum atau tertawa adalah terapi yang mujarab menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit non fisik. Misalnya penyakit sakit hati, stress dan penyakit-penyakit yang “goib” lainnya. Dan sudah jadi pribahasa agama bahwa senyum itu ibadah.</p>
<p>Sudah dikatakan tadi, senyum itu banyak gunanya bahkan senyum itu bisa “menyihir” seperti halnya lagu – secara tidak langsung – dengan hanya mendengar saja kalau lagunya menyentuh, enak di dengar, bikin suasana hati berbeda – kadang kita bisa terlarut, terkesima dan ngecap penyanyinya sebagai penyanyi idola. Jatuh hati pada sang penyanyi karna lagunya, bukan karna orangnya; Biar orangnya keren beken dan digilai para ABG kalo suaranya cempreng, lagunya asal-asalan istilahnya cuma “jual tampang doang” buat apa?</p>
<p>Opstt..Kok jadi ngomongin penyanyi ya? Ok kita kembali ke soal senyum yang “menyihir” Bagi kita yang biasanya selalu ada di lingkungan banyak orang, misalnya kerja di kantor pemerintah/ swasta dibagian pelayanan masyarakat/ costumer cervis. Di swalayan/ pertokoan dan usaha dagang lainnya, mulai dari yang namanya lapak di emperan toko, gerobak warung kaki lima(PKL), kios di pasar sampai yang berembel-embel super market. Warung makan, rumah makan kecil, besar, sampai yang namanya resto dan hotel juga perusahan-perusahan jasa lainnya yang bertebaran hampir di tiap sudut kota – senyum merupakan bagian dari kunci sukses.</p>
<p>Ya sadar atau tidak sadar itu merupakan keharusan yang sering kali sebagian orang lupa, menganggap sepele hal yang remeh ini dan tidak menyadari kalau akibatnya akan patal – Karna kita sudah membaca di atas senyum bisa “menyihir” yang tentu saja beda dengan sihirnya Nini Pelet atau sihirnya Nenek Sihir. Karna kita tidak sedang bicara soal ilmu hitam yang di larang agama itu.</p>
<p>Gimana sih ceritanya kok bisa menyihir? Emang sambil senyum baca jampi-jampi? Bukan gitu, karna orang tersenyum itu jelas sekali dari hati, hatinya emang niat dan bila seseorang senyum bukan dari hati/ tidak tulus – Cuma pormalitas yang itu pun merasa terpaksa jelas akan tampak perbedaannya. Saya pernah membaca di sebuah tulisan “coba kita lihat matanya, kalo matanya agak menyipit/ agak merem itu sebagian tanda senyum yang di paksakan. Lain dong dengan orang yang matanya emang asli sipit dan punya kebiasaan kalo tersenyum/tertawa merem.(selesai ketawa orang udah pergi semua.)</p>
<p>Jadi senyum yang tulus itulah yang menyihir kita, membuat kita senang, merasa di hargai dan menjalin komunikasi positif secara tidak langsung. Misalnya pelayan resto yang satu murah senyum yang satu lagi mahal banget, nah bisa saja si pelanggan tidak jadi makan gara-gara si pelayan yang murah senyum kepadanya tidak masuk kerja saat dia mengadakan kunjungan berikutnya.</p>
<p>Apalagi yang namanya usaha jual beli, ada istilah pembeli adalah raja, yang  secara wajarnya di tawari dengan bahasa yang baik, senyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih bila si target membeli dan tidak mengumpat/ mencaci bila si target cuma melihat-lihat/ banyak bertanya atau menawar. Perlu di catat juga bagi pembeli jangan mentang-mentang sebagai raja terus bertingkah seenaknya.</p>
<p>Pada umumnya kedua belah pihak harus bisa saling menghargai dan ada keseimbangan, supaya tercipta lingkungan masrakat yang harmonis. Terlebih di kota kecil seperti Tarakan ini, sepertinya disetiap ruas tempat kita akan sering menemui orang yang sama. Sehingga peluang untuk menjalin komunikasi positif itu lebih terbuka lebar. <em>So</em> apa susahnya senyum, apa susahnya bilang trims?</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>Baiklah sekarang kita simak parodi – opini dan tragedi yang terjadi di sebagian masyarakat tanah air ini, berkaitan dengan senyum sapa, berbudi dan berbudaya.:</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"> Kisah 1: </span>“ Kau tau gak, kemarin si Borneo yang baru punya bayi sebiji itu, masuk ke salah satu toko gede disalah satu ruas jalan utama di pulau kecil ini, niatnya ya mau beli susu buat bayinya. Nah istrinya yang pinter nyetir nunggu suaminya di mobil, soalnya takut kali anaknya yang bersih kena debu jalanan yang bertebaran di sana-sini. Kau tau lagi gak waktu itu si Borneo cuma pakai kaos oblong belel sama celana sedengkul? yang jelas aja, membuat sebagian pelayan (yang biasa ngeduluin <em>negative tinking</em>) melihat tampangnya – tampang orang kere atau paling miris tampang kriminil – waktu dia menghampiri deretan rak susu-susu bayi “ELITE”. Si pelayan langsung buka mulut yang celakanya, tanpa bertanya apa yang di butuhkan pelanggan, senyum ramah dan kalau bisa mungkin menerangkan jenis2 kandungan gizi&amp;kelebihan produk yang ada di sana – dia langsung bilang(lagi-lagi tanpa maaf-senyum atau menganggukan kepala sebagai sapaan) dia bilang; “Pa, itu tuh di sana tempatnya susu yang harganya murah, yang disini… semua, harganya mahal.” Dia menunjukan rak lain di tempat yang agak terpisah. Borneo melirik tajam ke arah pelayan yang bermulut tak kalah tajam itu, apa maksudnya coba? pikir Borneo</p>
<p>“Maksud lo apa?” Borneo langsung naik pitam, darah mudanya mendidih, dirinya merasa di hina terang-terangan. “Lo angap gue gak punya duit apa? Kalaupun iya, elo enggak berhak sok tau, harusnya lo tawarin barang mahal ini biar laku, bukan di simpen sampei jamuran dan terbongkar dalamnya terkontaminasi. Lo mau jualan apa ngoleksi HAAH? Brakk..dsikk…” Amarah yang berkobar di otak Borneo lari ke kaki yang biasa di pakenya main bola kalo lagi gak ada kerjaan, pelayan itu di tendangnya sampai terhunyung, tak puas di situ Borneo mengambil benda dagangan terdekat yang di kira bisa menyalurkan kemarahannya, “Bruukkk…” Benda itu menimpa kepalanya dan kontan berdarah. Suasana jadi ribut, kacau dan berakhir di kantor Polisi.”</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>Dari kejadian ini bisa kita lihat dan bisa kita cermati seperti apa dan bagaimana. Kalau dikatakan salah semua salah, Borneo jelas dengan menganiaya dan si pelayan sangat salah karna lebih dulu melupakan tatak rama dan meninggalkan kunci sukses berbisnisnya – ya walaupun sebatas bekerja pada orang lain, tapi bukankah jika si bos sukses tentu saja pekerjapun akan kecipratan, walau kadar cipratannya itu bisa berpariasi.</p>
<p>Saya sudah sering mendengar, opini sebagian masrakat di pulau kecil ini bahwa; Ada paradigma lama yang kadung berkembang bebas yaitu; “kalau masuk ke pertokoan,atau pasilitas umum, tidak nampang <strong><em>stile</em></strong>, necis berduit atau sekedar kelimis – maka kita jarang dianggap”</p>
<p> <span style="text-decoration: underline;">Kisah 2:</span> Tersebut lagi Nyonya Tanjung S(Sttt..denger-denger beliau udah lama jadi OKB): Dia dan putrinya yang juga pinter nyetir markir mobilnya agak jauh dari sebuah toko elektro yang bisa di kredit, takut kesenggol kali ama kendaraan lain yang keluar masuk – maklum mobil baru BO! Nyonya Tanjung masuk sendirian, dia itu pemberani loh, lalu melihat-lihat semua barang, terutama barang yang memang niat di ambilnya, WAW ternyata sebuah produk keluaran baru yang lumayan canggih, dan para tetangga yang bukan OKB yakin deh belum punya. Lalu dia bercas-cis-cus soal pembayaran dll maksudnya. Tapi ada yang terdengar janggal dari salah satu petugasnya beginiL sambil dia terus memperhatikan kostum yang di pakai Nyonya Tanjung. : “Apa Ibu tidak keberatan mengangsurnya?”</p>
<p>Dan nyonya Tanjung S. tersenyum dia sih gak kaya Borneo, dia nyantai aja lalu bilang; “Sorry pakai daster ya Mbak, soalnya tadi saya lagi bobo siang, terus di paksa anak saya pergi ke sini, soalnya anak saya ini kalau kemauannya tidak langsung di turuti suka langsung ngamuk kaya kesurupan, bisa-bisa mobil yang baru saya ambil <em>cash no credit no</em> ngutang dari dealer itu diterbangkannya ke jurang gunung Amal.</p>
<p>Jadi siapa coba nanti yang rugi? udah kehilangan mobil terus nyawa anak saya pula. Mobil sih gak masalah bisa beli lagi, lha tambak saya kan masih bisa di panen tiap bulan. Nah kalau nyawa anak mau beli dimana? Jangankan beli, kredit aja gak ada. Ya udah kalau Mbak keberatan saya kredit atau beli di sini saya cari di Tawau aja, atau mungkin sekalian ke Jepang. Bukannya apa soalnya Indonesia makin hari kok makin banyak pemalsuan produk ya? HERAN deh…”</p>
<p>Nyonya tanjung memanggil seseorang dari ponselnya, “Ndok <em>reneo</em>…kaki ibu kayanya keram nih” Sebuah mobil keluaran baru yang masih mengkilap, berhenti tepat di depan teras toko, Nyonya Tanjung S. pun melesat pergi di iringi tatapan-tatapan dengan berbagai ekspresi. “Mana BU?” anaknya langsung menagih. “Tenang aja besok kita terbang ke Jakarta. Beli di sini <em>mah</em> makan ati”</p>
<p>“Bener bu? Asyiiiiiikk……!!”</p>
<p align="center">* * *</p>
<p>Dari beberapa tragedi dan opini di atas bisa di simpulkan apakah senyum-sapa, posting(<em>positif tinking</em>) dan segala tek-tek bengek yang bisa “menyihir” dan mendatangkan rizki itu harus di beli?Emang siapa yang jual?&#8230;.</p>
<p> oleh: imada Husen</p>
<p align="center"> </p>
<p align="center"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/membeli-senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen : Burung Kecil dan Pohon Besar</title>
		<link>http://nulisplusbisnis.com/cerpen-burung-kecil-dan-pohon-besar/</link>
		<comments>http://nulisplusbisnis.com/cerpen-burung-kecil-dan-pohon-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:20:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ima</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[contoh cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[gaya bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[karya tulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nulisplusbisnis.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Sekawanan burung kecil yang punya nama Pekik, terperangkap dalam sarang perangkap buatan penjual burung kecil yang biasa mangkal di sekolah-sekolah SD. Biasanya burung-burung itu dijual perekor, dikurung dalam kadang yang terbuat dari kawat ram yang di bentuk bulat. Burung-burungnya kadang diwarnai merah hijau atau biru dan merah muda. Dan kadang dengan warna aslinya saja coklat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="cerpen-burung-kecil-dan-pohon" src="http://nulisplusbisnis.com/wp-content/uploads/2009/11/cerpen-burung-kecil-dan-pohon-300x237.jpg" alt="cerpen-burung-kecil-dan-pohon" hspace="5" vspace="5" width="201" height="159" align="left" />Sekawanan burung kecil yang punya nama Pekik, terperangkap dalam sarang perangkap buatan penjual burung kecil yang biasa mangkal di sekolah-sekolah SD. Biasanya burung-burung itu dijual perekor, dikurung dalam kadang yang terbuat dari kawat ram yang di bentuk bulat. Burung-burungnya kadang diwarnai merah hijau atau biru dan merah muda. Dan kadang dengan warna aslinya saja coklat muda bergaris coklat tua. Dengan paruh kecil berwarna hitam.</p>
<p>Kasihan sekali burung-burung itu terlebih yang sore ini terperangkap adalah sekeluarga yang sedang terbang jalan-jalan sore sambil mencari makanan untuk di bawa pulang, untuk anak bungsu Ibu burung itu yang sedang sakit, sedikit demam. Dan anak bungsu itu paling manja di banding saudara- saudarnya yang lain.</p>
<p>Hingga Magrib tiba Ibu dan Kakak-kakaknya yang ditunggu-tungu si Bungsu tak juga kunjung datang. Air mata burung kecil yang paling kecil ini, mulai berlinang-linang. Pohon Besar yang ditempatinya sejak dia lahir menatapnnya iba. Tapi si Pohon besar diam saja, dia paling tahu watak Burung bungsu ini. Kalau dibujuk-bujuk malah tambah kuat menangisnya. Makanya, Pohon besar cuma bisa berdoa supaya induk dan kakak-kakak Burung ini bisa pulang secepatnya.</p>
<p><span id="more-3"></span>Waktu pun berjalan terus, matahari meredup, sebentar lagi akan tenggelam. Mengantikan siang jadi malam, yang sangat menakutkan bagi Burung kecil bila orang tuanya yang sangat disayanginya tidak ada. “Bagaimana dengan perut ini yang sangat lapar sekali?” Gumam Burung kecil sambil sesegukan. “Terus nanti aku tidur tidak ada yang mendongeng seperti biasanya. Ibu….kakak satu, kakak dua, tiga , empat, lima, kalian semua kemana? katanya tidak akan lama tapi kenapa, sampai sekarang tak datang juga?” Apa kalian tidak sayang sama aku, di sini gelap sekali, bila tak ada suara kalian maka suasana akan tambah menakutkan, bukankah kamu tahu aku belum pernah sendirian seperti ini. Hu…hu….huk….!!” Burung kecil menangis sejadi-jadinya. Pohon besar mau tak mau buka suara, dia takut burung kecil jatuh dari sarang karna dia nangis sambil menggelepar-gelepar antara sedih dan marah mungkin.</p>
<p>“Sabarlah burung kecil, sebentar lagi ibu dan kakak-kakakmu akan segera pulang, mungkin di jalan ada yang kecelakaan jadi mereka memberi pertolongan dulu pada burung yang kecelakaan itu, atau mungkin ada teman kakakmu yang sakit , jadi mereka menengok dulu, bukankah dengan teman harus saling tolong- menolong, dan saling menyayangi. Kamu ingat kan cerita ibumu sebelum kamu tidur, tentang seorang dokter hewan yang tak pernah minta bayaran?” Burung kecil terdiam, mungkin dia mengingat-ingat apa yang pohon besar bilang tadi. Yah mungkin saja begitu, pikir Burung kecil. “Tapi kenapa tidak pulang salah seorang untuk memberi tahuku, supaya aku tidak sedih begini, Pohon besar?”</p>
<p>“Ya karna mungkin mereka ingat kalau kamu aku temani. Bukankan sedari kecil Ibumu sering menitipkanmu padaku kalau mereka bepergian, jadi Ibumu pikir kamu akan baik-baik saja. Tenanglah burung kecil, aku akan menjaga kamu sampai Ibumu pulang nanti, kalau kamu lapar, berjalanlah perlahan ke rantingku sebelah kiri, mungkin buahku sudah berwarna merah.”</p>
<p>“Aku tidak mau makan sebelum Ibu pulang, aku jadi tidak lapar!” Burung kecil cemberut. “Tapi nanti kalau kamu tidak makan kamu akan sakit. Dan itu akan membuat ibumu sedih nanti, aku akan di marahi, karna tidak bisa menjagamu dengan baik.”</p>
<p>Burung kecil diam, dia malah berbaring, menatap langit dari sela daun-daun yang rindang. Langit sudah berubah warna, gelap yang tadi menakutkan, sekarang berubah terang, oleh cahaya rembulan yang sinarnya menerobos celah-celah daun.</p>
<p>Pohon besar sedikit tenang, dan kesempatan itu tak di sia-siakan. Diapun mulai bicara,mendongeng tentang Peri yang turun kala bulan Purnama datang, Peri yang menemani Anak sabar dan menuruti nasihat Orang tua. Burung kecil mendengarkan dengan seksama, air matanya yang tadi bercucuran seperti hujan, kini tinggal suara sesegukan yang tersisa tanpa air mata. Dan pelan-pelan matanya yang sedikit bengkak, terpejam seiring dongeng yang sebenarnya karangan Pohon besar sendiri, berakhir dengan ujung ceita bahwa Anak yang sabar dan berbakti pada Orang tua hidupnya akan bahagia, banyak teman dan di sayang Tuhan.</p>
<p>Besoknya Burung kecil kembali menangis karna yang ditunggunya tak juga pulang. Pohon besar kembali mengarang dongeng, supaya burung kecil yang memang terbiasa mendengarkan dongeng setiap ibunya santai – bisa diam dan tertidur. Dan hal itu memang ada pengaruhnya. Hingga hari kelima kehilangan itu, Burung kecil merengek pada pohon besar. “Boleh ya pohon besar aku terbang mencari mereka?” Pohon besar diam, belum berani menjawab. Berpikir sejenak. “Memangnya kamu sudah kuat untuk mencoba terbang?”</p>
<p>“Burung kecil malah melihat sekujur badannya, lalu menatap Pohon besar dengan tatapan tanda tanya. “Apa kamu melihat badanku terlalu kecil untuk menuju angkasa? Bukankah semua Burung, biar besar atau kecil ditakdirkan untuk bisa terbang?” Burung kecil memang pintar, dan itu di karenakan dongeng-dongeng yang pernah di dengarnya dari Ibu dan Pohon besar – pengganti Ibunya selama ini.</p>
<p>Pohon besar mengeleng-geleng kepala, tak di sangka jawaban Burung kecil sangat terdengar cerdas dan sangat benar. “Ya sudah kalau begitu, terserah kamu. Tapi ingat pencarianmu harus menggunakan pengaman, kamu harus sangat waspada, kemarin siang saat kamu tidur siang aku mendengar – dua orang yang berteduh di bawah pohon bercerita mengenai burung –burung kecil yang di jualnya di sekolahan SD. Mereka bilang perangkapnya di kebun buah Mangga sebelah, mendapat banyak kawanan burung kecil, mungkin saja itu termasuk keluarga kamu.”</p>
<p>Mata Burung kecil yang memang kecil seperti mau copot, menatap Pohon besar tak percaya. “Jadi keluargaku sudah di jual–belikan?”</p>
<p>“Ya mungkin saja, memang manusia kadang lupa, bahwa mahluk kecil seperti kamu dan nenek moyangmu adalah makhut Tuhan yang juga menginginkan kebebasan. Coba mereka yang jadi kamu, pasti mereka tidak suka kalau dikurung dan dipisahkan dari keluarganya. Sabarlah burung kecil, suatu hari nanti manusia akan mendapat balasannya. Bukan dari siapa- siapa tapi dari Tuhan.”</p>
<p>Setelah mendengar nasehat dan dorongan semangat dari pohon besar, Burung kecil terbang dengan waspada, memasang semua perhatian, pendengaran, penglihatan dan perasaan, jangan sampai tergoda dengan sesuatu yang menarik hati – yang mungkin saja cuma umpan, terutama jika melewati kebuh Mangga yang tak jauh dari Pohon besar.</p>
<p>Selama seminggu Burung kecil terbang ke sana-ke mari, tapi keluarganya tak juga di temukan, dia hanya bertemu dengan kawanan yang juga sedang mencari anggota keluarganya yang hilang. Bertemu juga dengan kawanan jenis lain, dan karena Burung kecil telah banyak mendengar nasihat dan cerita Pohon besar, maka Burung kecil tumbuh jadi Burung yang pandai bergaul, baik hati dan suka menolong. Hingga tak heran kalau dia jadi banyak teman.</p>
<p>Pagi- pagi sekali saat Pohon besar masih setengah tertidur, Burung kecil sudah terbang tinggi dan jauh untuk mencari sarapan, dan untuk makan siang akan di bawa pulang. Pohon besar yang tadi setengah terbangaun melihat kepergian Burung kecil sempat berteriak memberi pesan dengan melambaikan rantingnya yang terkena angin pagi yang membuatnya kedinginan, sampai malas bangun. JANGAN PERGI JAUH-JAUH….nanti tak tahu jalan pulang seperti kemarin….!!” Dikalimat terakhir suaranya mengecil. “Kalau kau tak bisa pulang, nanti aku kesepian, tak ada lagi kicaumu yang cerewet, yang kadang sih…bikin aku jeengngkeell…ZZzzzz…!!” Karna sapuan angin pagi, makin membuatnya menggigil dan kembali ngorok, sampai tak sadar kalau dia sudah masuk ke alam mimpi.</p>
<p>..:Badai datang, suasana menakutkan, pohon kecil banyak yang tumbang. Ada yang patah jadi dua ada yang masih kuat mempetahankan badannya, tapi kebanyakan tumbang sampai tercabuut akarnya. Daun-daun berterbangan karna libasan angin kencang yang mengamuk dahsyat.</p>
<p>Burung kecil yang masih setengah cengeng, menangis ketakutamn. Kakinya mencengkram dengan sekuat tenaga ke ranting pohon, sarangnya sudah terbang entah kemana, untung saja tadi dia cepat-cepat loncat. Dan sekarang, kaki kecilnya berusaha kuat mempertahankan diri agar tetap bersama Pohon besar yang juga sedang mempertahankan kekuatannya.</p>
<p>Angin besar yang menyapu kesana- kemari telah menerbangkan bulu-bulu rapuhnya. Pohon besar yang daunnya lebat pun mungkin akan terlihat botak karna amukan angin itu sangat kuat, pohon besar meliuk ke kanan-ke kiri sambil terus menenangkan Burung kecil</p>
<p>“Burung kecil, kamu tahu tidak? Kata anak-anak, di Ancol itu ada permainan yang namanya Halilintar. Katanya… rasanya itu seperti ini, dibanting-banting badai yang menakutkan tapi mengasikan…Banyak anak-anak yang memaksa orang tuanya untuk pergi kesana, tapi tiketnya sangat mahal, jadi banyak  orang yangmiskin tidak bisa masuk kesana – untuk merasakan bagaimana rasanya naik Halilintar itu.. Masa kamu menangis, ketika merasakannya?” Pohon besar bicara sambil terus berusaha menancapkan akarnya ke tanah. Rindang dahan dan daunnya makin tak karuan bentuk. Dan pohon Besar sekarang mulai oleng.</p>
<p>“Aku takut sekali Pohon besar..” HUK….HIIIK…!!” Burung kecil menangis keras.</p>
<p>“Kalau begitu kamu coba berdoa pada Tuhan agar aku tidak tumbang…!!” Pohon besar teriak, karna angin bergemuruh mengalahkan suara mereka.</p>
<p>Bibir Burung kecil berkomat-kamit. Terdengar cuat-cuit, berdoa. Sambil terus menangis, Burung kecil berusaha menuruti kata-kata Pohon besar, untuk berdoa pada Tuhan. Tapi tiba-tiba…” DUARRRR….!!” Suara guntur membelah alam, kilat datang menyilaukan mata, membuat Burung kecil dan Pohon besar saling berpelukan. Halilintar kemudian datang bersusulan. Membuat hati burung kecil tambah mengkerut, Jantung burung kecil rasanya mau lepas. Kepalanya pusing karna suara itu begitu keras.</p>
<p>“POHONN BESAARR…!!” Burung kecil berteriak kencang. Kaki kecilnya tak tahan lagi menopang badannya yang tersapu angin. Ranting yang di injaknya terasa sangat licin. Bersamaan itu pula, sebuah bola api datang menghantam badan Pohon besar bagian atas kiri, menembus sampai setengah badannya. Burung kecil yang tadi terjatuh, kini meringkuk tak berdaya, terlebih karna sangat kaget dengan kedatangan  bola api yang sangat menakutkan.</p>
<p>Tanah yang basah dengan genangan air hujan makin menambah kesakitan Burung kecil. Napasnya turun naik dengan sangat lemah. Pohon besar terhunyung, juga menahan sakit yang tak tertahankan, Rasa panas tak terkira membakar badannya. Dahan ranting dan daun telah hangus menyedihnkan. Akar Pohon besar tak kuat lagi menopang badannya yang oleng tak karuan. Terbelah jadi dua sampai kakinya. Dan si Bola api yang telah puas menyakitinya, pergi jauh entah kemana. Mungkin mencari mangsa yang lain.</p>
<p>“ BURUNG KECIL MINGGGIR….!!” Dalam setengah sadarnya Pohon besar masih ingat kalau di bawah sana Burung kecil terjatuh.</p>
<p>Burung kecil hanya mendengar suara itu samar-samar. Boro-boro bisa menjawab, bahkan membuka setengah metapun rasanya tak mampu. “Burung kecil dengarkan aku… pergi dari situ, Pergilah jauh….jauh….” Suaranya kali ini melemah. Dan terdengar sangat lantang diantara angin kecil yang sudah terasa hangat karna sinar mentari mulai menyoroti Pohon besar dan semua makhluk di bumi ini. Dan Burung kecil yang baru datang dan menginjakan kakinya di ranting terluar yang tersorot matahari paling hangat tersentak kaget.</p>
<p>“Lho bukannya setiap aku pergi,Pohon besar selalu berpesan, agar aku tajk jauh-jauh pergi? Agar aku cepat pulang, agar aku ini dan itu..? ANEH..” Burung kecil memainkan bibirnya yang kecil demi mengejek Pohon besar.</p>
<p>“Burung kecil maafkan aku…” Suara Pohon besar kali ini terdengar tersendat seperti ingin menangis.</p>
<p>“Aku yang selam ini ingin melindungi kamu, malah sekarang membunuhmu….” Pohon besar melihat burung kecil tertindih badannya yang besar.. Darah merah menetes dari mulut Burung kecil yang lunglai lemah.</p>
<p>“OALALA…!!” Mengigau rupanya kamu Pohon besar?!” Setelah meneliti pohon besar, Burung kecil baru tahu kalau Pohon besar sedang mengigau. Mulutnya berkomat-kamit, tapi matanya terpejam. Lalu dengan santai dia meneruskan mematuk buah kecil yang getahnya berwarna merah. Yang sebagian menetes ke tanah, menjadi titik-titik kecil berwarna merah yang setiap hari bertambah banyak di bawah sana.</p>
<p>“Pohon besar….hai Pohon besar…. Bangun…. Bangun… !! Sudah siang nih, sudah siang begini kok masih mimpi? Malu dong sama matahari, dari subuh tadi dia sudah bangun, membagi kehangatan dan vitamin, lah kamu kok masih ngorok begitu…? Pagi-pagi mimpi pembunuhan? Lihat nih aku masih hidup. Sehat bugar jasmani dan rohani, luar dalam, karna Aku kan sering olah raga pagi. Tidak seperti kamu, biar besar tapi kurang sehat. Ayo Bangunn…!!!”</p>
<p>“BYUR…BYUR….!!” Pak Tani yang punya Pohon Besar, menyiramkan air dua ember yang membuat mata Pohon besar benar-benar terbuka, dan menikmati minuman pagi yang menyegarkan badanya.</p>
<p>Begitu melihat burung kecil di depannya, Pohon besar kaget setengah terlonjak. Matanya terbelalak, tak percaya mendapati Burung kecil yang sedang santai-santai menikmati buah kecil, sambil menatap didirinya dengan ejekan.</p>
<p>“Kamu burung kecil?”</p>
<p>“Ya iyalah…dari kapan aku jadi burung besar.”</p>
<p>“Kamu masih hidup?’</p>
<p>“Ya iyalah…Biar kecil begini,kan jago terbang. Huh!”</p>
<p>“Jadi aku tidak tumbang?”</p>
<p>“Ya iyalah… Kan aku selalu berdoa pada Tuhan agar kamu panjang umur. Dan Pak Tani di bawah sana pasti di bisiki Malaikat, supaya rajin menyirami kamu.”</p>
<p>“Alhamdulillah….Jadi semua ini hanya mimpi??”</p>
<p>“Ya iyalah…Masa ya iya dong. Buah saja di belah masa di bedong….” Keduanya serempak meniru laga penyanyi di TV, yang sering terdengar dinyanyikan anak-anak di bawah pohon besar, kalau mereka sedang bermain bersama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nulisplusbisnis.com/cerpen-burung-kecil-dan-pohon-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
