“Surga dimata anakku”
Suatu pagi
“Bu ayolah cepetan masaknya… tar aku kesiangan, kata bu guru kalo jam sembilan gak di terima lagi”
“Sabarlah de, ibu kan masih masak, lagian kan pembagian rapotnya sampai jam sepuluh. Semua ibu-ibu dimana-mana itu sama, kalo pagi-pagi sibuk masak.
“Ada yang enggak!” Anakku menukas.
“Iya, itu yang punya pembantu.”
“Yang punya pembantu itu orang kaya, ya bu?”
“Iya”
“Orang kaya bisa masuk surga bu?”
“Ya kalo sholeh bisa”
“Tapi, kata ibu orang kaya lama masuk surganya, di tanya inilah itulah.” Aku diam, anakku pergi sambil gelisah.
**Suatu Malam**
Dua anakku berdesakan di sebelahku, ayahnya sedang lembur.Jadi kesempatan mereka meninggalkan kamarnya.
“De…Mas….cobalah, kalau makan itu gak usah di suruh-suruh terus, kan makan itu untuk menjaga kesehatan. Orang yang kurang makan itu, badannya sakit-sakitan.
Kalian harus lihat orang-orang yang gelandangan di sana-sana itu, mereka makan bekas-bekas orang. Masa ibu masak tiap hari gak di sukuri. inget, Ayah itu kerjanya berat, cari uang itu cape ! masa kita yang tinggal makan aja kok susah.
Kalau soal kurang enak mah disabar-sabarin aja lah, tar juga insya Allah kalau uangnya udah lebih, kita bisa makan enak”
“Iya di sabar-sabarin, nanti juga kalau di surga, mau makan apa aja bisa. Ayo bu cerita surga…” Aku diam, terhenyak dengan kata-kata si ade, lalu sejenak mencari ide, tapi kemudian
“Bu kok aku belum pernah makan ayam goreng; yang pahanya utuh kaya di upin&ipin…Umm…Ayam guriiing…!!!”

Makasih,salam kenal jg…mas kalo boleh tanya nih; bisa kasi tahu gak cara pasang banner affiliasi yg kita punya, ke blog?